Halaman

Rabu, 30 Desember 2009

korindo

Direktorat Kemahasiswaan Ipb December 30 at 9:48am Reply
Sebagaimana dimaklumi, setiap tahun diselenggarakan Kompetisi Roket
Indonesia (KORINDO) yang dihadiri oleh para mahasiswa dari berbagai
Perguruan Tinggi di Indonesia, dengan tujuan untuk mendorong dan
menumbuhkembangkan kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam bidang
teknologi peroketan. Dari kompetisi ini diharapkan akan lahir komunitas
pecinta teknologi dirgantara, khususnya di bidang peroketan.

Pada tahun 2010, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bekerjasama
dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional akan
menyelenggarakan Kompetisi Roket Indonesia (KORINDO) ke-2.

Berkenaan dengan hal tersebut diatas, kami mengundang Saudara yang
berminat untuk mengirimkan proposal KORINDO dengan ketentuan
sebagai berikut :

1. Peserta merupakan Tim yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan
swasta. Tim dapat mengajukan proposal ke panitia KORINDO 2010
dengan persetujuan Wakil/ Pembantu Rektor/ Ketua/ Direktur bidang
Kemahasiswaan masing-masing perguruan tinggi. Formulir pengajuan
KORINDO (application form KORINDO) dapat dilihat pada buku
panduan KORINDO 2010 (terlampir) atau pada web site :
http://www.dp2m-dikti.net

2. Peserta KORINDO 2010 terbuka bagi mahasiswa program Diploma
dan Sarjana. Mahasiswa dapat membentuk kelompok yang terdiri dari
3 (tiga) orang mahasiswa dan 1 (satu) orang dosen.

3. Proposal KORINDO sudah harus diterima panitia paling lambat tanggal
15 Januari 2010 jam 16.00 WIB. Masing-masing proposal dibuat 1
(satu) eksemplar.

Selasa, 13 Oktober 2009

Peran Ilmu Teknik Dalam Perkembangan Energy Alternatif di Indonesia

Pendidikan adalah kunci sukses dalam pembangunan, tetapi hanya apabila pendidikan itu diarahkan pada standard pendidikan yang dapat menghasilkan manajer yang trampil, administrator yang trampil, dan orang-orang dengan ketrampilan teknik yang memadai. Pendidikan juga adalah investasi, dan merupakan input dalam pembangunan. Ilmu teknik pertanian adalah ilmu yang dipelajari oleh seorang engineer dalam meningkatkan produksi pertanian. Dengan ilmu ini, seorang engineer harus mampu mengurangi beban kerja petani dan mampu meningkatkan mutu hasil pertanian. Kompetensi yang harus dimiliki yaitu seorang engineer yaitu harus Mampu mengidentifikasi, merumuskan dan memecahkan masalah keteknikan yang mencakup perancangan, konstruksi, pengelolaan dan penggunaan alat dan mesin, bangunan dan infrastruktur pertanian, pengembangan lahan dan air, proses pengolahan, konversi energi, system atau manajemen dalam bidang pertanian; serta memiliki sifat profesional, kewirausahaan, tanggap terhadap perkembangan ilmu dan teknologi, komunikatif dan mematuhi etika keteknikan. Sekali lulusan (sarjana) mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan ketrampilannya, maka tidak akan ada yang dapat melepaskan ketrampilan yang dimilikinya.
Agricultural Engineering mengenalkan beberapa konsep, ruang lingkup, bidang profesi, dan kompetensi teknik pertanian. Peranan teknik pertanian dalam pembangunan pertanian industrial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada era globalisasi. Masalah yang muncul, baik itu bidang tekhnologi dapat diidentifikasi, dirumuskan dan dipecahkan melalui Agricultural Engineering. Agricultural engineering yang dipelajari di Institut Pertanian Bogor memiliki bagian ilmu yang lebih spesifikasi dalam laboratorium kelompok keahlian, yaitu Laboratorium Alat dan Mesin Pertania, Laboratorium Teknik Tanah dan Air, Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Laboratorium Lingkungan dan Bangunan Pertanian, Laboratorium Energi dan Elektrifikasi Pertanian, Laboratorium Sistem dan Manajemen Mekanisasi Pertanian, dan Laboratorium Egronomika dan Elektronika. Sehingga, setiap permasalahan yang muncul dapat diatasi melalui Agricultural Engineering, termasuk permasalahan energy.
Energy yang digunakan dalam kehidupan memiliki keterbatasan. Jika dilakukan eksploitasi secara terus menerus tanpa melakukan pelestarian maka lambat laun energy yang ada di bumi akan habis.untuk itu, now. Harus dipikirkan mengenai energy alternative sebagai pengganti energy yang biasanya digunakan. Berbagai sumber alternative dapat dimanfaatkan. Contohnya, 1)angin, Tenaga kinetik angin sekarang sudah mulai banyak dipergunakan sebagai pemutar angin dengan menggunakan turbin angin baik untuk rumah maupun untuk keperluan bisnis. satu turbin dapat menghidupi sampai dengan tiga puluh rumah, tapi karena angin tidak selalu bertiup, tenaga cadangan harus selalu tetap tersedia, misalnya dari PLN. Disini, Agicultural Engineering berperan dalam perancangan system pada turbin agar turbin yang digunakan dapat berkualitas baik. 2)Matahari, Indonesia kaya akan matahari, system tenaga surya diatur diterapkan dalam perancangan atap dan hasilnya disebut sel fotovoltaik. 3) Biodiesel. Bahan dasar bahan bakar ini dibuat dari tumbuhan seperti kedelai, kelapa dan sebangsanya, biodiesel adalah bahan bakar non-toxic yang dapat dicampurkan dengan minyak diesel biasa atau digunakan sebagaimana adanya untuk mengurangi emisi.
5)Nuklir. Dengan bahan bakar uranium, logam yang ditemukan di bebatuan, dan diproses di reaktor nuklir, energi panas yang ada akan digunakan sebagai bahan untuk memutar turbin yang ada. 6)HIdrogen, sel bahan bakar hidrogen. Masalah yang ada sekarang adalah untuk memisahkan hidrogen dari bentuk komposisinya, misalnya rantai karbon atau air, berarti menggunakan sumber daya lainnya. Penyimpanan hidrogen juga tidak mudah, karena kepadatannya sangat rendah, maka sangatlah sulit untuk menempatkan hidrogen dalam jumlah besar dalam ruangan yang sempit. Oleh karena itulah, walaupun banyak kendaraan mulai menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya, masih sulit didirikan stasiun pengisian hidrogen. Tentunya dari contoh-contoh diatas dapat ditunjukan bahwa untuk membuat sebuah alat atau sistem dibutuhkan perancangan yang baik. Selain itu, laying-layang juga dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Bagian yang dimanfaatkan adalah uluran tali, saat layang-layang bergerak naik. Saat layang-layang sampai pada ketinggian maksimum. Potensi layang-layang untuk menghasilkan listrik juga pada kemampuannya melayang sangat tinggi. Pemasangan kincir pada layang-layang berpotensi menghasilkan daya putar lebih baik daripada kincir angin di darat. Untuk menyalurkannya menggunakan tali konduktor sebagai pengganti kabel.
Peran Agricultural Engineering dalam perkembangan Alternatif energy di Indonesia sangat dibutuhkan karena jumlah makhluk hidup dari waktu ke waktu selalu meningkat, sedangkan peningkatan peserta selalu tidak tuntas. Sehingga, dibutuhkan teknologi yang dapat memenuhi permintaan konsumen. Oleh karena itu Agricultural Engineering

Selasa, 06 Oktober 2009

puisi

Kisah Sang Kasih


Seuntai kata terangkai dalam sebuah memori
Menoreh sebuah ingatan dalam balutan kisah
Seberkas kisah yang takkan selesai
Kisah yang berawal dan berakhir dengan cinta

Cintaku tak bisa ku ukir dalam ingatan
Cemas dan resah yang tak bertepi membalutku dalam sepi
Hati yang hampa tanpa percikan melodi cinta
Redupkan kidung doa yang bangkitkan cinta hakiki

Perlahan ku cari butir cinta yang sempat menyala
Langkahku tergerak tanpa arah dan tujuan yang pasti
Lalui kisah yang seharusnya ku jalani dalam sebuah pengabdian
Terhapus oleh goresan ketiadaan

Langkah takkan ku hentikan
Hingga aku kumpulkan
Butir-butir cinta yang antarkan aku
Pada kekasih yang abadi

Sebuah balok kehidupan berendakan balutan doa
Ku rangkai dalam sebuah pyramid cinta
Cinta yang bertepi dalam senyuman
Senyum yang meniti sebuah langkah tak berujung

Magnet cinta menarikku tanpa henti
Yakinkan setiap aliran darah
Untuk terus melangkah
Meraih cinta kasih abadi