1. Mempersiapkan hati / menghadirkan hati
Hadirnya hati insya Allah dapat diwujudkan melalui sikap hati ridho dan meningkatkan kerinduan terhadap Ramadhan, dan diwujudkan dalam bentuk pembersihan hati / kendali hati terhadap seluruh aktivitas / khusyu’, sehingga menghasilkan keikhlasan. Hendaknya melakukan tindakan preventif dan pengobatan terhadap segala bentuk penyakit hati. Hendaknya meningkatkan taqorrub ilallah melalui iman, amal shaleh dan doa. Semua itu menjadi modal untuk berdakwah secara ikhlas.
2. Mempersiapkan fisik / jasad seprima mungkin
Disamping mempersiapkan hati agar senantiasa ridha dan ikhlas terhadap seluruh ketentuan Allah, khusunya yang berkaitan dengan puasa Ramadhan, fisik atau jasad juga perlu dipersiapkan secara prima agar tetap tegar, tidak mudah letih(lesu), serta senantiasa sehat dalam melaksanakan perintah-perintahNya. Seluruh organ tubuh hendaknya dioptimalkan dalam rangka mencegah dan menghindari hal-hal yang dapat mengurangi apalagi membatalkan nilai-nilai puasa Ramadhan (mencegah diri dari perbuatan maksiat melalui organ-organ tubuh seperti melalui mata, telinga, lisan, tangan, kaki, dll). Serta optimalkan pula untuk meraih nilai-nilai puasa Ramadhan (memperbanyak tilawah dan tadabbur Al-Quran, membaca doa dan istighfar, dll). Rasulullah mencontohkan di bulan Sya’ban beliau memperbanyak puasa snah dalam rangka mempersiapkan puasa di bulan Ramadhan.
3. Mempersiapkan / meningkatkan pemahaman melalui kajian / penambahan ilmu
Hendaknya disadari bahwa keabsahan dan nilai suatu amal ditentukan oleh niatnya (keikhlasan), sedangkan keikhlasan sangat ditentukan oleh kefahaman sangat ditentukan oleh tambahan pengetahuan / ilmu . pada gilirannya, peningkatan kefahaman akan membawa kepada peningkatan ilmu dan amal. Sehingga akan melahirkan peningkatan prestasi. Allah SWT telah menjanjikan kelebihan bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya bagi yang melaksanakan ibadah puasa, antara lain : tidurnya ibadah, diamnya baca tasbih, ibadah sunah nilainya sama dengan ibadah wajib, ibadah wajib nilainya dilipatgandakan 70 kali, ada malam lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan, serta keutamaan bulan Ramadhan yang tercermin dari sebutannya yaitu syahrullah, Syahrul Tarbiyah, syahrus-shobri,syahruddakwah, syahrul quran, syahrul-mubarak, syahrul-adhim, dll. Bagi para Dai. Ramadhan adalah kesempatan yang sangat baik untuk menyebarkan dakwah, bkan sekedar bulan peningkatann diri
yang tercermin
4. Mmpersiapkan Program
Bagi kaum muslimin, terutama para da’I harus ada program dikaitkan dengan dakwah, tidak hanya program bagi dirinya. Sebagai contoh : (a) megkhatamkan Al-Quran dan mentadabburi serta mengamalkannya, untuk kemudian didakwahkan. (b)membaca, memahami, dan mengamalkan hadist rasul dan sirah, untuk kemudian didakwahkan. (c) menunaikan amal-amal yaumiyyah dengan ikhlas, untuk kemudian didakwahkan pada setiap kesempatan, (d) dakwahdalam keluarga, kerabat, tetangga. (5) meningkatkan kepeduliaan terhadap masyarakat melalui amar mak’ruf nahyi mungkar.
5. Mensucikan diri melalui habluminallah dan habuminannas
Ang tidak bisa Ingat 3 kategori desa, yaitu (1) dosa syirik yang tidak terampuni kalau tidak tobat dan terbawa mati. (2) dosa yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT secara langsung. (3) dosa yang berkaitan dengan sesame manusia. Ketiga kategori dosa tersebut memerlukan taubatan nashuha (taubat yang sebenar-benarnya) yang cirinya : (a) tobatnya dilandasi dengan iman (ikhlas karena Allah SWT), (b) menyesali, jera dan tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut, (c) mengiringi dengan amal-amal sholeh, (d) khusus untuk anggota ketiga, harus diawali permintaan maaf terhadap manusia yang bersangkutan. Oleh karena itu bereskan semua hal di atas sebelu Ramadhan, kerena Ramadhan adalah Syahru taubah. Di samping itu usahakan pula masuk bulan Ramadhan dalam keadaan mensucikan diri. Dalam hal ini semua amanah agar diselesaikan / ditunaikan, baik amanah hutang yang terkait langsung dengan sesame(misalnya pinjaman barang-barang atau hutang, dll)
6. Mempersiapkan sarana dan prasarana
Untuk mengkondisikan tercapainya upaya 1 s/d 5, hendaknya dipenuhi semua saran dan prasarana yang diperlukan. Misalnya : (a) Dana yang halal, (b) Al-Qurann / bahan bacaan, hadist, sirah. (c) pakaian, sajadah mukena, peci, dll. (d) pemakmuran mushalla. (e)kendaraan untuk berdakwah.