Halaman

Jumat, 23 Juli 2010

KHUTBAH RASULULLAH MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Wahai Manusia! Sesungguhnya kalian telah dinaungi oleh bulan nana gung yang penuh barakah, bulan di mana di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di bulan tersebut sebagai wajib, sedangkan sholat malamnya sebagai sunah. Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah pada bulan itu dengan ibadah sunah, sama seperti orang yang menunaikan ibadah fardhu pada bulan lainnya. Barangsiapa menunaikan ibadah fardhu pada bulan itu, sama dengan menunaikan ibadah fardhu 70 kali di bulan lainnya.

Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, pahala sabar adalah surge. Bulan Ramadhan adalah bulan solidaritas (tolong menolong), dan bulan dimana rizki orang mukmin bertambah. Barangsiapa member buka puasa pada bulan itu kepada yang berpuasa, maka baginya maghfirah (ampunan) bagi dosa-dosanya dan bebas dirinya dari api neraka. Ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa sedkitpun mengurangi pahala orang yang berpuasa. Para sahabat bertanya: “Tidak mungkin kami semua dapat member makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa.” Rasulullah menjawab:”Allah SWT akan member pahala (seperti) itu kepada siapa saja yang memberi makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa (meskipun) dengan sebutir kurma atau seteguk air.”

Bulan Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah­ (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Dan barangsiapa meringankan (beban) pembantu atau pegawainya (di bulan) tersebut maka Allah akan mengampuni dosanya dan Allah bebaskan dia dari api neraka.

Dan perbanyaklah pada bulan Ramadhan ini empat perkara, (yakni) dua perkara untuk menyenangkan Tuhanmu, ialah membaca syahadat (asyhadu anlaa ilaaha illallah) dan membaca istighfar (astagfirullah). Sedang dua perkara yang justru tidak boleh tidak dari padanya, ialah memohon surge dan berlindung pada Allah dari api neraka.

Barangsiapa member minuman bagi orang yang berbuka puasa, maka Allah akan memberinya minuman dari teagaku, ia tidak akan haus setelah itu selama-lamanya.

[Khutbah Rasulullah di depan para sahabat pada hari terakhir dari bulan sya’ban, diriwayatkan oleh ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi, dan ibnu Hibban dari Salman Al-Farisi, dari Nabi SAW]

1 komentar: