Halaman

Senin, 15 Juli 2013

Rabu, 27 Juni 2012





Hampir dua tahun saya memegang amanah di asrama, angkatan 47 dan 48 tapi baru di angkatan 49 ini saya turut serta berkontribusi dalam OH asrama. Semangat yang berbeda disaat kekuatan ruhiyah dan lahiriyah menyala. Mungkin begitu aku menggambarkannya. Rasanya penyambutan ini harus bisa meraih hati adik-adik TPB, generasi yang harus dicetak menjadi generasi yang gemilang, geminlang hati, fikroh, dan attitude.
Hari ini bermula dari hari kemarin. Berawal dari sebuah kebimbangan di persimpangan. Jujur, saat itu mungkin dua minggu yang lalu aku tidak bisa memutuskan apakah masih memegang amanah di asrama atau pulang saja dengan kondisi skripsi belum selesai. Akhirnya surat pembebastugaskan sekaligus surat tugas s.d OH selesai tepatnya 3 september 2012 aku terima. Itulah awal aku merasa ini adalah perjuangan terkhir di asrama dan aku harus melakukan sebisa yang kubisa. Jujur, disinilah aku menemukan perjuangan yang sesungguhnya, untuk apa kita hidup, untuk siapa, dan kepada siapa kita menyerahkan hidup ini. Tepatnya kita mesti sadar bahwa sanya kita bukanlah apa-apa tanpa manfaat untuk orang lain, agama, dan bangsa. Disinilah ketiga itu dirangkum.
Pagi nampaknya aku terlambat bangun, alarm pukul 4.00 tak kudengar, mungkinkah aku terlalu lelah dan terlalu larut tidur?  Ya Allah SWT kumohon mala mini, kuingin bertemu denganMu dalam sujud tahajudku, kuingin menggema tilawah dalam rindu kepadaMu, kuingin dan kuingin berpadu syahdu mencurahkan semuanya padaMu, dan kuingin panjatkan doa agar kelak generasi ini menjadi generasi rabbani yang menciiintai saudaranya, yang menyayangi semua makhluk ciptaanMu, yang saling mencintai karena Mu.
Walaupun tadi pagi tidak sempat ikut brifing karena dekorasi di A5 belum sama sekali dikerjakan, sehingga dengan barang dan waktu yang ada dekorasi dapat diselesaikan. Saat malam tadi kebingungan mau ngeprint form untuk danus dimana, email pengolahan data penelitian belum sempat di copy, dll. Hari ini luar biasa YA Alllah…ukhuwah ini sangat kurindukan setiap waktu…jika ukhuwah ini merajut cinta kepadaMu, tetapkan dan kuatkan ikatannya Ya Allah…tak ingin kulepas sedikitpun benang ini hingga akhirnya bukan dunia memutuskan kita, tapi akhirat menyambungkan cinta ini.
Melihat wajah orang tua mengantarkan putra-putrinya ke asrama sungguh membuatku terharu. Orang tua dengan segala usaha rela mengantarkan anaknya…pantaskah seorang anak itu berlaku kasar atau bahkan memaki orang tuanya.? Saat seorang ibu complain terkait anaknya nanti kerepotan , kejauhan, makan susah, kamrnya kecil,…dll. Tenanglah bu, anak ibu aman disini, dengan adanya beberapa hal tadi ibu paparkan maka itulah proses pendewasaan dan kemandirian anak ibu.
Mata ini pun hanya bisa melihat, hati ini jua pun hanya bisa merenungi, dan  malam ini sebenarnya ingin kutulis banyak hal. Namun cukupkan dengan satu kalimat ini, saat kita mendekat pada Allah SWT maka Allah akan mendekat kepada kita, semua ini kuingin hanya karena Allah dan karena ingin meraih Ridho Allah SWT.
Disaat para orang tua menitipkan anaknya kepada kita, secara langsung menyampaikan ibunya apakah kita benar-benar orang yang betul dalam membibing atau malah sama sekali tidak pantas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar