Hampir
dua tahun saya memegang amanah di asrama, angkatan 47 dan 48 tapi baru di
angkatan 49 ini saya turut serta berkontribusi dalam OH asrama. Semangat yang
berbeda disaat kekuatan ruhiyah dan lahiriyah menyala. Mungkin begitu aku menggambarkannya.
Rasanya penyambutan ini harus bisa meraih hati adik-adik TPB, generasi yang
harus dicetak menjadi generasi yang gemilang, geminlang hati, fikroh, dan
attitude.
Hari
ini bermula dari hari kemarin. Berawal dari sebuah kebimbangan di persimpangan.
Jujur, saat itu mungkin dua minggu yang lalu aku tidak bisa memutuskan apakah
masih memegang amanah di asrama atau pulang saja dengan kondisi skripsi belum
selesai. Akhirnya surat pembebastugaskan sekaligus surat tugas s.d OH selesai
tepatnya 3 september 2012 aku terima. Itulah awal aku merasa ini adalah
perjuangan terkhir di asrama dan aku harus melakukan sebisa yang kubisa. Jujur,
disinilah aku menemukan perjuangan yang sesungguhnya, untuk apa kita hidup,
untuk siapa, dan kepada siapa kita menyerahkan hidup ini. Tepatnya kita mesti
sadar bahwa sanya kita bukanlah apa-apa tanpa manfaat untuk orang lain, agama,
dan bangsa. Disinilah ketiga itu dirangkum.
Pagi
nampaknya aku terlambat bangun, alarm pukul 4.00 tak kudengar, mungkinkah aku
terlalu lelah dan terlalu larut tidur?
Ya Allah SWT kumohon mala mini, kuingin bertemu denganMu dalam sujud
tahajudku, kuingin menggema tilawah dalam rindu kepadaMu, kuingin dan kuingin
berpadu syahdu mencurahkan semuanya padaMu, dan kuingin panjatkan doa agar
kelak generasi ini menjadi generasi rabbani yang menciiintai saudaranya, yang
menyayangi semua makhluk ciptaanMu, yang saling mencintai karena Mu.
Walaupun
tadi pagi tidak sempat ikut brifing karena dekorasi di A5 belum sama sekali
dikerjakan, sehingga dengan barang dan waktu yang ada dekorasi dapat
diselesaikan. Saat malam tadi kebingungan mau ngeprint form untuk danus dimana,
email pengolahan data penelitian belum sempat di copy, dll. Hari ini luar biasa
YA Alllah…ukhuwah ini sangat kurindukan setiap waktu…jika ukhuwah ini merajut
cinta kepadaMu, tetapkan dan kuatkan ikatannya Ya Allah…tak ingin kulepas
sedikitpun benang ini hingga akhirnya bukan dunia memutuskan kita, tapi akhirat
menyambungkan cinta ini.
Melihat
wajah orang tua mengantarkan putra-putrinya ke asrama sungguh membuatku
terharu. Orang tua dengan segala usaha rela mengantarkan anaknya…pantaskah
seorang anak itu berlaku kasar atau bahkan memaki orang tuanya.? Saat seorang
ibu complain terkait anaknya nanti kerepotan , kejauhan, makan susah, kamrnya
kecil,…dll. Tenanglah bu, anak ibu aman disini, dengan adanya beberapa hal tadi
ibu paparkan maka itulah proses pendewasaan dan kemandirian anak ibu.
Mata
ini pun hanya bisa melihat, hati ini jua pun hanya bisa merenungi, dan malam ini sebenarnya ingin kutulis banyak
hal. Namun cukupkan dengan satu kalimat ini, saat kita mendekat pada Allah SWT
maka Allah akan mendekat kepada kita, semua ini kuingin hanya karena Allah dan
karena ingin meraih Ridho Allah SWT.
Disaat
para orang tua menitipkan anaknya kepada kita, secara langsung menyampaikan
ibunya apakah kita benar-benar orang yang betul dalam membibing atau malah sama
sekali tidak pantas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar