MENANGIS BERSAMA
Kegiatan rutin di Rabu Pagi, hafalan surat An-Naba.
Kali ini, ikhwan dan akhwat berkompetisi siapa yg paling baik dan banyak
hafalan suratnya. Dimulai dari akhwat, surat At-Takatsur. Suara akhwat kompak,
tapi masih ada 1 atau 2 anak yang belum bersuara. Akhirnya bunda Yusi
memberikan nilai 80. Oke, dilanjutkan oleh ikhwannya, waaaw suara ikhwan lebih
keras...hmm diberikanlah nilai 90. Semua ikhwan bersorak...akhwatnya cemberut..
“Oke!!!! Sekarang surat yang kedua” kata Bunda Yusi
“mau Al-Qari’ah atau ada yang mau mengajukan surat?”
tambah bunda Yusi
“Al-Qariah.......!!!” teriak akhwat, eits ternyata
tidak semua akhwat...ada yang gak mau..akhirnya surat Al-Lahab jadi
kompetisinya..
Akhwat mulai menghafalnya..tiba-tiba, terdengar
bisikan-bisikan keluhan,
“ocha! Kamu sih gak baca!” zulfa menyalahkan
temannya. Dan tiba-tiba zulfa menangis..kemenangan dan kekalahan yang menjadi
tangisan padahal sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik lagi..
ocha ikutan netesin air mata, zalfa, marsha, sahira
ikutan nangis juga...
“ya sudah, sekarang semuanya waktunya menangis!”
kata bunda Yusi
“Baca istigfhar dan ingat kesalahan teman2” tambah
bunda Yusi
Suasana menjadi berubah, kemudian bunda menjelaskan
ketika ada yang menang dan kita kalah, tidak boleh sedih. Kita harus memberikan
selamat kpd teman kita yg menang dan kita harus berfikir oh kita seharusnya
nanti lebih baik lagi...oke? okeeeee!!!! Jawab murid2...
08.30
tanggal 8 Mei 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar